Beranda > FIFA Futsal World Cup > Giovenali tak Lupakan Italia

Giovenali tak Lupakan Italia

TIDAK ada seorang pun pemain Australia yang sebangga Greg Giovenali. Ini, setelah semua dilaluinya, karena ia akan mewakili negaranya untuk pertama kali di Piala Dunia Futsal. Dengan mengenakan ban kapten.

Berbaris dengan seragam hijau dan emas dari Futsalroos memang belum begitu lama. Sebelumnya ia termasuk dalam tim Italia, yang akan menjadi lawan mereka. Memang, beberapa pemain Azzuri yang akan melakukan pertempuran di Bangkok itu dulunya rekan timnya di U-21 Italia. Pemain 25 tahun ini bermain di bagian futsal klub Lazio yang bermain di Serie A.

Namun, meski tetap punya ikatan yang kuat dengan Italia, Giovenali memperingatkan rekan-rekan lamanya agar waspada.

“Ini akan menjadi pertandingan yang spesial bagi saya karena saya bermain dengan beberapa anak laki-laki Italia dan saya masih bersahabat dengan orang-orang seperti Sergio Romano dan Gabriel Lima,” kata Giovenali.

“Di sini, di Thailand, kami tinggal di hotel yang sama. Jadi saya bertemu dengan beberapa orang di antaranya di koridor. Kami berbincang dan tertawa, mengingat beberapa cerita lama. Namun, persahabatan harus diabaikan ketika kami bertarung. Dan, saya katakan saya tidak akan ragu untuk berduel demi menunjukkan siapa yang terbaik,” ia menambahkan.

Meski lahir dan dibesarkan di Australia, negara dimana kakek-neneknya beremigrasi, Giovenali mengakui bahwa — sebagai pemain futsal — ia harus dicap ‘Made in Italy’. Di Roma ia belajar segalanya. Lingkungan yang kompetitif dan terbang dengan tim Italia ke berbagai negara, bermain futsal. Namun, ketika Australia memanggilnya untuk tampil bersama Futsalroos ia langsung datang.

“Untuk itu, tidak ada dilema. Saya bisa memilih mana tim nasional tempat saya bermain,” kilahnya. “Australia adalah yang pertama meminta saya bermain untuk tim senior. Karena saya lahir dan dibesarkan di Australia, maka kesetiaan saya tak perlu diragukan lagi.”

Namun, ia menyatakan mencintai saat keberadaanya di Italia. Ia berterimakasih telah tampil di U-21 Italia. Ia juga tidak ragu bahwa pengalamannya di Negeri Pizza itu sangat berguna bagi kariernya. Bermain untuk klub terkenal seperti Lazio di liga profesional benar-benar berbeda dengan apa yang ia terbiasa lakukan dalam hal standar bermain dan tingkat daya saing. Ini hanya disadarinya setelah kembali ke Australia, sehingga ia bisa mengambil keputusan yang tepat.***

 

sumber : 90menit.co

  1. 2 Juni 2013 pukul 12:27 am

    I don’t write many responses, but I browsed a few of the remarks on this page Giovenali tak Lupakan Italia | Berita dan Info Futsal — beritaFutsal.com. I actually do have a couple of questions for you if you don’t mind.
    Is it simply me or do some of the remarks come across
    like they are coming from brain dead visitors?😛
    And, if you are posting at additional online sites,
    I’d like to follow everything fresh you have to post. Would you post a list of all of all your social networking sites like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?

  2. 1 Juni 2013 pukul 6:21 pm

    My brother recommended I might like this
    blog. He was totally right. This post truly made my day.

    You can not imagine simply how much time I had spent for this info!

    Thanks!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: