Beranda > FIFA Futsal World Cup > Gagalnya Bangkok Futsal Arena (World Cup Futsal Thailand 2012)

Gagalnya Bangkok Futsal Arena (World Cup Futsal Thailand 2012)

FIFA Futsal World Cup - Thailand 2012(opini dari Bangkok Post)
Kegagalan untuk menjadi arena futsal

 
Sungguh tidak disangka bahwa Bangkok Metropolitan Administration (BMA) dapat menyelesaikan pembangunan Bangkok Futsal Arena hanya dalam 270 hari, dikebut satu bulan tanpa henti dan menambah jam kerja pegawai hanya untuk memenuhi target waktu yang ada.

Meskipun arena yang dibangun di Nong Chok untuk Piala Dunia Futsal 2012 telah terlmabat dan melewatkan pertandingan pembuka dan penyisihan group yang seharusnya akan dimainkan di Bangkok Arena Futsal harus dimainkan pada dua stadion alternatif dan baru akan siap menggelar pada babak perempat final, semi-final dan final.

Setidaknya menurut Pemerintah Kota dan Gubernur Bangkok MR Sukhumbhand Paribatra telah menghabiskan waktu untuk mengawasi pekerjaan stadion dan menyemangati moral pekerja pada 15 Oktober lalu.

Tapi FIFA memiliki pendapat yang berbeda.

Setelah memberikan tenggat waktu Bangkok Metropolitan Administration (BMA) untuk menyelesaikan pembangunan arena utama, badan sepak bola dunia melalui keputusannya menolak arena tersebut karena masalah keamanan.

“Meskipun telah membuat kemajuan yang signifikan, yaitu pemasangan lapangan, kriteria utama yang harus dipenuhi pada pertemua petinggi FIFA pada 31 Oktober lalu belum terpenuhi,” kata FIFA dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situsnya pada hari Selasa. Dikatakan keselamatan penonton, tim dan pengunjung lainnya ke stadion adalah sangat penting dan tidak dapat dikompromikan.

Putusan FIFA adalah tegas dan jelas – arena di Nong Chok tidak layak menjadi tuan rumah pertandingan kompetisi futsal.

Dengan demikian, enam pertandingan perempat final, semi-final dan final akan diadakan di Nimitbutr gymnasium and Hua Mak in-door stadium.

Sayang sekali. Dan untuk apa buang-buang uang, sekitar 1,2 miliar baht itu, hanya untuk membangun arena baru yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal, tetapi tidak digunakan pada kompetisi tersebut.

Thailand memenangkan tawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal pada bulan Maret 2010. Tapi pengerjaan konstruksi dimulai tahun ini dan BMA sebelumnya menyalahkan banjir besar yang terjadi tahun lalu untuk menunda dimulainya proyek hingga lima bulan.

Tapi ini bukan alasan yang baik sama sekali. Pertanyaannya adalah mengapa City Hall tidak mulai membangun lebih awal, jauh sebelum banjir terjadi? Setiap alasan dari orang-orang di Balai Kota hanya akan mempermalukan diri mereka. Apa yang harus dilakukan sekarang adalah fokus pada bagaimana memanfaatkan arena dengan cara yang layak untuk berinvestasi yang besar.

BMA bukanlah satu-satunya kelompok yang terlibat dalam pergelaran olahraga internasional ini. Asosiasi Sepak Bola Thailand, yang memenangkan tawaran menjadi tuan rumah piala dunia ini bersikap tenang dan telah berusaha untuk meminimalisir kegagalan ini.

Tetapi apakah organisasi tersebut telah benar-benar tidak bersalah dan benar dalam tindakannya?

Putusan FIFA ini telah menjadi pukulan yang serius tidak hanya untuk BMA, tetapi untuk Thailand dan rakyat Thailand secara keseluruhan.

Kegagalan penyelesaian dari Bangkok Futsal Arena untuk memenuhi standar FIFA tepat pada waktunya untuk dapat menggelar kompetisi Piala Dunia Futsal telah menjadi bahan kritian, dan akan memberikan citra bagi even internasional di masa yang akan datang.

Di sisi lain dari itu semua, keputusan bisa menjadi berkah tersembunyi. Tanpa itu kita mungkin tidak pernah mengakui kelemahan kita sendiri. Dan dengan Thailand bersaing dengan kekuatan besar seperti Brazil, Rusia, Turki, dan Uni Emirat Arab untuk menjadi tuan rumah World Expo 2020, bekal pengalaman ini menjadi pelajaran penting.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: